Pak Junayd bikin posting dan menjadi viral. Beliau menjadi narasumber sebuah acara dan hanya dihargai 300 ribu atas kapasitas keilmuannya. Koq sama?


Beberapa hari kemarin aku baru menyelesaikan aplikasi keuangan. Bukan, ini bukan aplikasi keuangan kampus yang kebetulan juga sedang berjalan proyek pengerjaannya. Aku membuat aplikasi keuangan versi sederhana untuk kebutuhan sendiri.

Aku memerlukan aplikasi seperti ini karena beberapa waktu lalu sempat kaget saat ada kebutuhan tapi uangnya kurang. Padahal aku selalu mencatat pemasukan dan pengeluaranku secara rutin dalam file excel tiap bulan. File excel itu bisa menyajikan data tapi gagal bercerita.

Edward Tufte, si bapak visualisasi data, mengatakan bahwa visualisasi bisa membuat data berbicara. Dari excel yang cuma berisi angka, sekarang di aplikasi yang aku buat aku bisa melihat saldo, neraca, rekap per grup dan per bulan dalam bentuk grafik yang sekali lihat bisa membuat paham.

Buat fans excel garis keras, excel bisa menyajikan grafik seperti yang aku buat pada aplikasi. Hanya saja aku juga punya kebutuhan yang sedikit custom serta perlu menyatukannya dengan aplikasi tulisan yang aku buat sebelumnya agar akses hariannya bisa sekalian.

Lalu apa hubungan aplikasi ini dengan kisah pak Junayd tadi?

Di kisah pak Junayd yang menjadi sorotan adalah mahasiswa yang kurang bisa memberi apresiasi pada dosennya. Hampir semua komentar juga mengarah ke sana. Padahal oh padahal, kadang ada juga dosen yang “minta tolong” pada mahasiswanya tapi kelakukannya serupa.

Aku pernah membantu seorang dosen mengatur sistem yang dia kelola. Sekitar 2 minggu aku kerjakan dan diberi uang capek 200 ribu. Itu masih mending.

Lain waktu ada dosen yang kebetulan juga menjabat pimpinan, memintaku untuk membenahi laptopnya, lalu hapenya, lalu hape istrinya, lalu laptop anaknya dan bahkan wifi rumahnya. Dibayar berapa? 2 M, makasih mas. Wkwk.

Tapi tulisan ini bukan dalam niatan rasan-rasan. Dari grafik aplikasiku tadi, aku jadi tahu alasan saldoku minus tahun ini. Aku juga menjadi sadar ada hal yang harus dikurangi. Apa itu? Kurangilah mengiyakan setiap permintaan orang-orang toxic model di atas tadi. Wkwk.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *