Rasanya aku pernah membaca buku ini dulu sekali ketika masih jaga warnet di Sumbersari. Warnet itu bersebelahan dengan warung nasi goreng dan berhadapan dengan kos-kosan yang kelak berubah menjadi asrama tahfidz putri.
Waktu itu buku ini populer sekali dan hal-hal populer di masa itu tidak sebanyak di era sosmed seperti sekarang.
Aku lupa dulu ketika membacanya masih versi bahasa Inggris atau sudah bahasa Indonesia. Yang aku ingat adalah aku tidak selesai membacanya. Aku tidak menemukan hal yang menarik dari buku yang isinya motivasi, kala itu.
Sekian tahun berlalu dan seperti jodoh yang tertunda, aku ketemu lagi dengan buku ini dan kali ini menghatamkannya. Aku membacanya selama sekitar 2 minggu sambil menemani anak-anak bermain setelah kerja. Mereka sudah sibuk sendiri dengan bola dan sepedanya dan aku cukup mengawasi dari depan teras rumah.
Buku yang ditulis oleh Rhonda Byrne ini bercerita tentang konsep Law of Attraction atau hukum tarik menarik. Konsep ini menjelaskan bahwa pikiran kita mampu mengirim frekuensi ke alam semesta dan menariknya menjadi nyata. Pikiran baik akan mendatangkan hal baik, dan sebaliknya pikiran buruk juga akan mendatangkan hal buruk.
Buku ini mengajak kita untuk memikirkan hal-hal positif saja, meyakini bahwa hal tersebut akan terjadi lalu tinggal menunggu hal-hal yang kita fikirkan tadi mewujud dalam kehidupan kita. Sesimpel itu.
Lalu apakah klaim yang dipaparkan dalam buku ini benar-benar terjadi?
Secara sains kita tidak bisa membuktikannya karena buku ini disusun berdasarkan testimoni bukan teori yang dapat diuji. Tapi jika kita kembalikan kepada diri sendiri, bukankah kadang hal-hal yang kita pikirkan bisa secara tiba-tiba beneran kejadian? Misalnya saja suatu waktu kita kepikiran teman lama, koq ya tiba-tiba besoknya kita berpapasan di jalan.
Terlepas dari pro kontra terkait konsep Law of Attraction ini, aku kira tidak ada salahnya kita memperbanyak pikiran-pikiran positif. Bukankah apa-apa yang sering kita pikirkan, secara bawah sadar akan berpengaruh terhadap apa yang kita lakukan?
Bahkan kalau merujuk pada dalil agama, bukankah juga ada Hadis Qudsi yang berbunyi “Ana ‘inda dzonni abdi bi“. Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hamba-Ku pada-Ku.
Jadi, kenapa kita tidak berpikir positif saja seperti misalnya minggu ini bakal dapat 10 juta atau 100 juta? Hmm.. 😂
0 Comments