Salah satu yang menjadi pembeda UIN Malang dari kampus lain adalah adanya mahad atau asrama yang mengajarkan ilmu-ilmu keislaman. Beberapa kampus Islam lain (PTKI) juga punya mahad tapi statusnya tidak wajib. Di UIN Malang, tinggal di mahad untuk mahasiswa S1 di tahun pertamanya adalah mandatori, kewajiban yang tidak boleh dihindari.
Aplikasi yang aku kembangkan sebagaimana video di bawah, juga terkait dengan kewajiban tinggal di mahad tadi.
Kalau dirunut ceritanya, aplikasi ini aku kembangkan di awal-awal tahun 2020 semasa covid dulu. Jadi di tengah-tengah pandemi Covid-19, ketika pemerintah memberlakukan isolasi mandiri dan menghindari kerumunan, semua mahasiswa yang tinggal di mahad untuk sementara dipulangkan.
Sekian bulan berlalu, larangan berkerumun masih berlaku sementara masa tinggal mahasiswa di mahad resmi berakhir. Artinya mereka harus pindah dan mengosongkan kamarnya tapi tidak boleh dilakukan secara bersamaan karena akan menimbulkan kerumunan.
Pimpinan kemudian memberi instruksi agar mahasiswa yang sudah pulang, bisa kembali ke mahad untuk mengambil barang-barangnya tapi dilakukan secara bergiliran. Untuk mewujudkan instruksi tadi, dibangunlah aplikasi ini yang saat itu diberi nama SIPABA (Sistem Informasi Pengambilan Barang).
Melalui aplikasi ini mahasiswa bisa memilih jadwal kapan mereka akan kembali ke mahad untuk mengambil barang-barangnya dalam rentang waktu tertentu sesuai dengan kuota yang telah ditentukan.
5 tahun berlalu dan aplikasi ini masih digunakan hingga sekarang.
Pada tahun berikutnya ketika mahad sudah boleh kembali ditinggali, aplikasi ini masih digunakan tapi dengan penyesuaian. Jika sebelumnya untuk mengatur penjadwalan pengambilan barang, selanjutnya diarahkan untuk mengatur penjadwalan kedatangan mahasiswa baru.
Dengan pemberlakuan penjadwalan seperti ini, maka mahasiswa baru yang datang ke kampus tidak lagi menumpuk di satu hari. Mereka akan terbagi menjadi beberapa sesi sehingga proses pelayanan ketika mereka datang ke kampus menjadi lebih tertata rapi.
Btw, selain fungsinya yang disesuaikan, namanya pun sedikit diubah dari yang sebelumnya bernama SIPABA menjadi SIDAMAS (Sistem Informasi Kedatangan Mahasiswa). Selain itu, aplikasi ini saat ini juga sudah terintegrasi dengan sistem Single Sign-On kampus yang dinamakan SIAM (Sistem Informasi Akses Masuk).
1 Comment
Detailnya Beda - Bulan Biru · September 23, 2025 at 12:34 pm
[…] validasi ini dilaksanakan selama 5 hari. Aku terlibat dalam kegiatan ini sebagai tim pengembang aplikasi. Aku mengembangkan aplikasi di mana para calon mahasiswa yang mau datang ke kampus bisa memilih […]